Kamis, 25 Februari 2016

Keluhan Seragam SMA



Aku adalah seragam SMA, kemeja putih polos dan siap dikotori pilox warna saat pemiliku lulus nanti.
Aku adalah seragam SMA symbol masa

muda sekaligus saksi mata bagai mana generasi muda negeri ini mengenal dunia dengan bekal moral seadanya.
Dibagian dada tertempel atribut osis sebagai lambang kaum berpendidikan, sengaja lambang itu di simpan di bagian dada agar selalu dekat dengan hati pemakainya, ya dulu aku memang pernah merasa bahwa aku di buat sedemikian rapi dan berwibawa, di pakai para generasi muda untuk menunjang prestasi dan meraih mimpi mereka yang jauh diatas bintang.
Aku tidak seperti seragam SD atau SMP, yang pemiliknya selalu pulang tepat waktu dan patuh pada aturan rumah, pemiliku lebih dewasa dan kritis. Terkadang mereka berbohong mengaku kerja kelompok padahal nongkrong dengan teman atau kencan dengan kenalan baru,
Aku sempat berpikir bahwa kelak setelah aku puas menyerap keringat prestasi, aku akan berfoto dengan tropi atau mendali.
Tapi rupanya di Koran aku menemukan bangsaku terkoyak, sobek bahkan berlumuran darah karena tawuran antar pelajar atau kecelakaan balapan liar, sementara seragam yang lain ku temukan kotor dan bau terkena bir oplosan, asap rokok serta muntahan sisa pengalaman maut pertama, banyak pula saku-saku yang terpaksa menyembunyikan obat-obat terlarang, padahal bukan itu harapan seragam SMA , Nasib ku sendiri ternyata lebih memalukan, aku di lucuti, dilemparnya, aku malu sekali melihat pemiliku berzina, Tapi apalah dayaku ini yang hanya selembar seragam.
Aku ingat betul bahwa dulu aku di buat oleh seorang ibu dengan sepenuh hati, tak tanggung-tanggung, dua hari dua malam aku di jahit demi anak kesayangannya, dengan setiap tusukan jarum dan bintalan benang di tubuhku, tertanam harapan sang ibu. Katanya  “ pergilah kau ke tempat-tempat baru anaku, bertemanlah dengan orang-orang baru, tumbuhlah menjadi dewasa, tapi ingat, semakin tinggi sebatang pohon semakin besar pula angin yang mengguncang, tak usah takut kalah dan ragu di hantam badai, ingatlah bahwa engkau punya akar yang kokoh, akar iman dan islam, jadilah manusia yang mulia apapun yang terjadi.
Kini aku tak lagi berani berharap, semakin jauh bayanganku untuk berfoto dan berkenalan dengan piala atau mendali, bukan hanya masa depan pemiliku saja yang hancur, tapi perasaan sang ibu yang menciptakan ku juga,rasanya aku ingin bunuh diri saat mengetahui sang ibu yang menjeritku, kini meringkuk di sebuah kamar, sang ibu mengalami sebuah episode yang di sebut skizet, mengerikan sekali, sang ibu kini tak bisa merasakan emosi sedikit pun, ini lebih menderita dari pada marah, malu atau kecewa.
Percuma saja pemiliku memintak maaf dan menyesal, karena itu tak akan merubah harapan menjadi perawan kembali
Aku hanyalah satu dari seragam sejenisku yang tak bisa berbuat banyak, semoga generasi muda selanjutnya lebih sadar akan harapan suci kami,
Akulah seragam sma, berupa kemeja putih polos dan siap dikotori pilox warna saat pemiliku lulus nanti. 
Untuk generasi muda Indonesia yang lebih baik dan berprestasi.

Selasa, 23 Februari 2016

Apa itu SISPALA Rimba Raya?

SISPALA RIMBA RAYA adalah Organisasi Pecinta alam Organisasi ini bernama SISPALA RIMBA RAYA, yang secara latin yaitu rimba yang berarti hutan dan lingkungan sedangkan raya yaitu besar dan luas, secara bahasa, siswa pecinta alam RIMBA RAYA adalah siswa yang mencintai, menjaga dan melestarikan alam lingkungan di bumi. Siswa pecinta alam Rimba Raya ini dibentuk di Sungai Lilin pada tanggal 18 Agustus 2008, dengan anggota pioneer Aef Fatturohman, Fitri Slamiyati, Ahmad Rosadi, Ismawan, dan Indah Lestari. Sispala Rimba Raya adalah organisasi yang berada dibawah naungan SMA Negeri 1 Sungai Lilin. Adapun visi dari sispala Rimba Raya ini adalah berkreatifitas karya mandiri menciptakan alam lestari dengan misi mewujudkan organisasi yang memiliki pengetahuan dan pemahaman motto, semboyan serta kode etik pecinta alam. Sispala Rimba Raya ini memiliki azas kekeluargaan, kebersamaan, kemerdekaan, dan gotong royong untuk menjulang tinggi nilai-nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Siswa pecinta alam ini berisikan anggota dari siswa-siswi SMA N 1 Sungai lilin dengan menjadikan azaznya untuk membantu program sekolah, pemerintah maupun masyarakat di bidang kepecinta alaman. Organisasi ini bertujuan agar para siswa dapat bersyukur kepada tuhan YME yang telah memberikan rahmatnya yaitu alam beserta isinya dengan dibuktikan mengenal, memelihara dan melestarikanya. Kegiatan organisasi ini yaitu mengadakan pelestarian alam lingkungan, melakukan pengenalan alam berupa teori dan praktik, melaksanakan kegiatan jasmani dan rohani serta menyediakan dan memelihara sarana dan prasarana berupa fasilitas dan perlengkapan kegiatan pecinta alam. Adapun devisi organisasi ini yaitu Monteneering, Caving, Climbing, Telurus Gua, Materi ruang serta Pengembangan minat dan bakat. Keanggotaan di organisasi ini yaitu Calon Anggota (CA) calon anggota yang terhitung sejak pendaftaran sampai orientasi, Anggota Muda (AM) anggota siswa pecinta alam yang telah mengikuti PLADIKSAR ( Pelatihan dan pendidikan dasar) dan pelantikan dinyatakan lulus, Anggota Biasa (AB) anggota siswa pecinta alam yang telah mengikuti DIKSAR ( Pendidikan Dasar) dan pelantikan dinyatakan lulus, Anggota Penuh (AP) anggota siswa pecinta alam yang telah mengikuti DIKLAT (Pendidikan lanjutan) dan pelantikan dinyatakan lulus, dan kemudian Anggota Luar Biasa (ALB) anggota siswa pecinta alam yang telah berstatus alumni di sekolah tersebut. Itulah biografi singkat tentang organisasi Siswa Pecinta Alam Rimba Raya. Terima kasih sudah membaca artikel saya.